Aku? Aku ingin sekali menganggapnya seperti itu. Tapi siapa yang mampu mendustai hati? Logika dan hati nyatanya tak bisa bersatu untuk urusan yang satu ini. Ingin rasanya sekedar bercakap-cakap dengan banyak orang, menceritakan hal yang bahkan sepele namun membahagiakan. Menjadi pribadi yang hangat, dan humble. Namun aku tak tau harus mulai dari mana. Aku tak mengerti apa yang harus dibicarakan. Aku tak pandai dalam hal itu. Apa aku salah?
Iri melihat teman-temanku bisa bercerita banyak tentang kehidupannya, pengalamannya bahkan kebodohannya. Aku? Aku tak tau apa aku bisa membicarakan hal macam itu. Aku hanya tak begitu yakin untuk menceritakan sedikit bagian dari kehidupanku. Apa aku berbeda? Apa dengan begitu aku tak bisa memiliki banyak teman seperti mereka? Aku rindu pada suara tawa ku sendiri. Aku tidak masalah jika harus sesekali di tertawakan tapi aku juga ingin kita tertawa bersama. Apa itu keinginan yang rumit? Apa itu menyulitkan orang lain?
Keinginan sederhana ini terus menghantui pikiranku. Bisakah aku seperti mereka? Mampukah aku menjadi seperti mereka? Apa aku harus menjadi seperti mereka hanya agar aku diterima di dunia mereka? Apa aku harus melakukan apa yang biasa mereka lakukan hanya agar aku ada di dalam bagian kecil kenangan mereka? Aku tak yakin namun aku ingin. Tapi bagaimana dengan diriku yang sebenarnya? Apa aku bisa kembali menjadi aku yang sesungguhnya? Apa itu mungkin? Aku tak pernah tau sampai aku mencobanya sendiri bukan? Aku akan mencobanya. Jika kelak aku menyesal, aku tetap bersyukur karena setidaknya aku telah menjadi bagian kecil dari kenangan kalian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar