Aku lelah. Bagaimana denganmu? Apa kamu juga tidak lelah
menjalin hubungan yang seperti ini? Tidakkah kamu ingin seperti
pasangan-pasangan lainnya. Jalan-jalan, makan bersama, bercanda bersama,
menceritakan apa saja yang sudah kamu lakukan. Sejujurnya aku merindukan itu. Aku
ingin mengungkapkannya padamu, tapi lidahku kelu tiap berhadapan denganmu,
dengan sikap dinginmu lebih tepatnya. Aku menghabiskan sebagian besar waktuku
untuk mencari kesibukan. Berusaha sejenak melupakanmu. Namun ketika malam telah
datang, ketika lampu kamarku telah padam, imajinasiku kembali melayang. Membayangkan
setiap detik yang ku habiskan bersamamu, seakan aku melihatmu, menyentuhmu dan
bersamamu. Lalu aku tersadar, itu hanyalah angan. Tak apa, aku selalu menikmati
setiap detiknya, meskipun hanya dalam anganku. Aku merindukanmu. Aku menginginkanmu.
Itu yang ingin aku katakan. Tapi sudahlah, aku tau kamu pasti punya alasan
tersendiri atas sikapmu ini. Alasan apapun itu, aku harap itu adalah hal yang
baik untuk masa depanmu. Aku akan menunggu.